Berita

Berita dan Informasi Kepesantrenan

(1 Pilih)
Mauidhotul Khasanah Maulana Habib Luthfi bin Yahya Mauidhotul Khasanah Maulana Habib Luthfi bin Yahya Media of Asshiddiqiyah 2

Mutiara Hikmah Maulana Habib Luthfi Bin Yahya Pilihan

Kabir Al-Fadly Februari 07, 2019

Suatu kesyukuran yang sangat luar biasa untuk keluarga besar Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Tangerang, pasalnya selama tiga hari kemarin dari Sabtu hingga Senin 2-3 Februari 2019 telah selesai dengan Khidmat melaksanakan rangkaian acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Tidak hanya sampai di situ, yang lebih membesarkan hati kami seraya selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala, keluarga Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Tangerang, adalah dengan Kehadiran Ketua Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah, Maulana Habib Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya di puncak acara peringatan Maulid
Nabi Besar Muhammad SAW yang memberikan begitu sejuknya Mauidzoh Hasanah. Ditambah lantunan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an yang meresap ke hati yang dibacakan oleh Qori Internasional legendaris Indonesia KH. Muammar ZA.

Hari sebelumnya telah dilaksanakan dua agenda yang juga tak kalah khidmat yakni Asshiddiqiyah 2 Bersholawat bersama Veve Zulfikar dan Ustad Zulfikar serta Konser Gambus dari Seroja Entertainment. Alhamdulillah kesemuanya berjalan dengan lancar dan sukses. Kesuksesan penyelenggaraan Maulid kali ini tidak bisa lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Keluarga Pengasuh dan Pengasuh Ponpes Asshiddiqiyah 2 Tangerang, Dewan Pimpinan dan Guru, Ikatan Wali Santri (IWATRI) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKLAS), sponsorship, para santri, tamu undangan, seluruh Jama'ah dan keluarga besar Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Tangerang.

Habib Luthfi hadir di lokasi acara pukul 23.00 bersama seluruh rombongan termasuk Ayahanda KH. Muhammad Ulil Abshor, Lc, Al-Hafidz dan Ayahanda KH. Noor Hadi, Al-Hafidz. Seketika jama'ah tertegun menyaksikan kedatangan beliau, Habib Luthfi Bin Yahya. Selepas datang Ayahanda DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ mempersilakan kepada Habib Luthfi Bin Yahya untuk menyampaikan Mauidzohnya.

Banyak yang beliau sampaikan di antaranya soal sejarah yang beliau sampaikan begitu gamblang dan jelas tentang bagaimana dahulu Kerajaan-kerajaan Islam berkuasa begitu lama bahkan berbilang hingga ratusan tahun. Dinasti Ummayah, Abbasiyah di Baghdad, Fathimiyah, Kerajaan Islam di Spanyol yang berkuasa ratusan tahun. Begitu juga kerajaan Islam di Indonesia. Pasai, Palembang, Demak, Pajang, Ternate, Tidore dan lainnya. Namun semuanya hancur hanya meninggalkan sisa-sisa sejarah berupa reruntuhan bangunan dan beberapa masjid dan istana yang masih utuh. Semua hancur bukan karena perang, namun musuh yang sebagian besar datang dari dalam. Adu domba dan perebutan kuasa para pewaris tidak mampu menjaga apa yang sudah dibangun para leluhurnya ratusan tahun, justru menghancurkan peradaban tersebut yang sudah dibangun dengan susah payah, ini menjadi pelajaran untuk kita semua.

Maulana juga menyampaikan tentang kunci kesuksesan hidup dunia dan akhirat adalah dengan hormat kepada orang tua dan guru. Dicontohkan oleh beliau, Sunan Ampel yang memiliki sebelas anak, semuanya menjadi Awliya hatta anak-anak perempuannya. Karomah ini didapatkan beliau salah satunya berkat memegang teguh ta'dzim kepada orang tua dan guru. Ini yang penting di zaman sekarang dan harus kita Amalkan juga sampaikan.

Poin lain yang juga menjadi sorotan dalam Mauidzoh beliau adalah soal keberkahan para wali. Orang-orang Terdahulu para wali dan salafus soleh, mereka sudah tiada, namun ketiadaan mereka masih mampu memberikan kemanfaatan untuk orang banyak. Sebab Sunan Ampel pusaranya ada di daerah Ampel, hingga saat ini setelah ratusan tahun wafatnya beliau berapa ribu orang yang hidup dan mengambil rizki dengan wasilah Maqom beliau. Lantas bagaimana dengan kita yang masih hidup?

Habib Luthfi juga berpesan untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai kalah dengan Hoaks. Dengan nada berapi-api beliau membakar semangat Jama'ah untuk jangan sampai kalah hanya dengan Hoaks yang kejadiannya kini sudah begitu meresahkan dan menghancurkan. Bangsa sebesar Indonesia tidak boleh rela apalagi hancur hanya dengan berita Hoaks yang disebar sedemikian rupa.

Pada akhir Mauidzihnya beliau memberikan sebuah Ijazah Sholawat secara umum yakni:

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَـا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ كَمَا لاَ نِهَايَةَ لِكَمَالِكَ وَعَدَدَ كَمَالِهِ

Sholawat ini agar kiranya dibaca 10 kali setiap Ba'da Maghrib dan Subuh Ditutup dengan Ayat Kursi Satu Kali.

InsyaAllah, Allah Ta'ala Memudahkan dalam Proses Belajar dan Cepat Mendapat Futuhnya (Terbuka) Ilmu.

Masih banyak hal lain yang disampaikan oleh beliau dengan begitu tenang namun sampai ke hati dan berbekas. Semoga Allah Ta'ala menjadikan pertemuan malam itu menjadi sebab juga pertemuan nanti di Syurganya Allah Ta'ala. Juga lantaran kehadiran beliau, menjadi sebab keberkahan untuk Seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Tangerang

Baca 1794 kali Terakhir diubah pada Rabu, 13 Februari 2019 14:39

Cari

Pengunjung

2319759
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
729
2312240
58180
2319759

Your IP: 3.238.190.82
2020-11-24 22:46

POWr Social Feed