Belakangan ini tanah air tercinta sering sekali mendapat kabar duka, satu persatu lentera redup karena telah usai menjalankan tugasnya, perlahan tepi-tepi bumi mulai terasa menyempit, bintang-bintang yang padam kehilangan cahayanya, pohon-pohon keilmuan yang dicabut satu persatu dari akarnya.
Sebagian orang yang berpendapat bahwa itu pertanda jika kiamat sudah dekat dan sebagian yang lain berpendapat bahwa keberkahan negeri ini akan segera diangkat serta asumsi-asumsi lainnya.
Jika memang seperti itu bagaimana dengan peristiwa Yamamah 1200 orang gugur di antara mereka banyak Penghapal Quran yang berguguran di dalamnya dan dengan adanya peristiwa tersebut justru menimbulkan ide dari Seorang Umar bin Khattab RA bahwa ayat-ayat Al-Quran harus segera dikumpulkan lalu pada kemudian hari terciptalah Mushaf Al-Quran pada masa kepimpinan Utsman bin Affan RA yang memberi banyak sekali manfaat kepada Umat Islam pada masa modern kini. Wasilah itu semua dan terciptanya Mushaf Al-Quran justru melahirkan lebih banyak penghapal Al-Qur'an di masa setelahnya.
Pun, pada saat penyerbuan Kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad oleh pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu khan pada tahun 1258 M yang menyebabkan banyak Ulama-ulama yang syahid beserta karya-karyanya yang dimusnahkan dan dibuang ke sungai Tigris hingga sungai tersebut menjadi berwarna hitam sebab abu pembakaran buku dan kitab-kitab ketika itu. Setelah peristiwa tersebut justru banyak terlahir para Ulama beserta karya-karyanya kembali muncul karena kesungguhan untuk menciptakan regenerasi demi mempertahankan eksistensi Islam dalam bidang pendidikan terutama.
Apakah pada waktu itu mereka berpendapat bahwa itu adalah tanda-tanda kiamat sudah dekat dan keberkahan akan segera diangkat? Jelas tidak, perkara hari Kiamat adalah rahasia Sang Pemilik Semesta, hilangkanlah prasangka bahwa Allah Ta'ala sudah tidak memberkahi Bumi Nusantara ini, mari berprasangka baiklah kepada Allah Ta'ala, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
يقول الله تعالى : أنا عند ظن عبدي بي
"Allah Ta'ala berfirman : Aku sesuai persangkaan Hambaku "
Bersikaplah optimis bahwasannya akan ada Regenerasi Penerus estafet perjuangan para Ulama yang telah mendahului. Inilah sebuah kesempatan emas bagi para Santri Nusantara yang sedang mengenyam pendidikannya di berbagai Pesantren untuk mempersiapkan agar dapat menjadi Regenerasi kader-kader yang berjuang menyebarkan ajaran-ajaran Islam Demi kebangkitan Negeri. Rasulullah SAW bersabda,
خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ ” ، قَالُوا : وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَالَ:إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ
Artinya: "Ambillah (Pelajarilah) ilmu sebelum ilmu pergi! Sahabat bertanya: Wahai Nabiyullah, bagaimana mungkin ilmu bisa pergi (hilang)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Perginya ilmu adalah dengan perginya (wafatnya) orang-orang yang membawa ilmu (ulama)" (HR Ad-Darimi)
Jangan biarkan Ilmu itu pergi begitu saja sebelum kita mengambilnya, masih banyak Ulama-ulama yang diberikan umur panjang agar kita dapat beguru dengannya, jangan sia-siakan keberadaan mereka sebagai pewaris para Nabi yang telah diwarisi berbagai macam Ilmu yang sangat penting bagi kehidupan di Dunia maupun di Akhirat.
Diriwayatkan al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi sallam bersabda,
ﻳَﺘَﻘَﺎﺭَﺏُ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥُ ﻭَﻳُﻘْﺒَﺾُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻭَﺗَﻈْﻬَﺮُ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦُ ﻭَﻳُﻠْﻘَﻰ ﺍﻟﺸُّﺢُّ ﻭَﻳَﻜْﺜُﺮُ ﺍﻟْﻬَﺮْﺝُ
“Zaman saling berdekatan, ilmu dihilangkan, berbagai fitnah bermunculan, kebakhilan dilemparkan (ke dalam hati), dan pembunuhan semakin banyak”.
Sayyidina Abdullah bin Mas'ud memberikan solusinya:
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻊ ﻭﺭﻓﻌﻪ ﻣﻮﺕ ﺭﻭﺍﺗﻪ، ﻓﻮﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻟﻴﻮﺩّﻥّ ﺭﺟﺎﻝ ﻗﺘﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﻬﺪﺍﺀ ﺃﻥ ﻳﺒﻌﺜﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﻟﻤﺎ ﻳﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﻛﺮﺍﻣﺘﻬﻢ، ﻓﺈﻥ ﺃﺣﺪﺍ ﻟﻢ ﻳﻮﻟﺪ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻟﺘﻌﻠﻢ
“Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu, sebelum ilmu tersebut diangkat atau dihilangkan. Hilangnya ilmu adalah dengan wafatnya para periwayatnya atau para ulama. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah sebagai syuhada, mereka sangat menginginkan agar Allah membangkitkan mereka dengan kedudukan seperti kedudukannya para ulama, karena mereka melihat begitu besarnya kemuliaan para ulama. Sungguh tidak ada seorang pun yang dilahirkan dalam keadaan sudah berilmu. Ilmu itu tidak lain didapat dengan cara belajar .”
Jelas sudah bahwa yang kita harus lakukan adalah dengan terus belajar untuk mencari Ilmu agar dapat menciptakan kebaikan yang terorganisir untuk menumpas habis kebathilan dan kebodohan agar tidak berkembang biak juga tidak semakin terorganisir layaknya yang telah disampaikan Ayahanda kita DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ meneruskan Maqolah Sayyidina 'Ali bahwa Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan Kebathilan yang terorganisir.
Mari kita bergerak membawa perubahan yang baik demi kemaslahatan Negeri kita tercinta ini, karena jika kita berdiam saja maka tidak akan merubah keadaan sedikitpun, sebagaimana Firman Allah Ta'ala,
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ
"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." ( QS. Ar Ra'd ayat 11 )
Dengan adanya peristiwa ini, semoga memberikan pelajaran yang dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi Tanah Air tercinta ini, dan akan saya tutup dengan perkataan seorang yang bijak “It’s better to light a candle than curse the darkness” menyalakan lilin lebih baik dari pada mengutuk kegelapan.
Penulis: Jodi Akbar
