Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada LPBI NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim – Nahdhatul Ulama) di kantor pusat PWNU Propinsi Jakarta. Penyerahan langsung diberikan oleh ketua umum pengurus IKLAS Asshiddiqiyah 2 Tangerang, Muhammad Pahri kepada ketua LPBI NU Ust. H. M. Wahib. Pahri menyatakan bahwa bantuan ini tidak besar memang, namun mudah-mudahan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di sana dan sebagai bukti keterikatan hati kita dengan mereka.
Ust. Wahib menyatakan sekaligus menawarkan untuk mengalokasikan bantuan ini dalam bentuk konkret seperti pengadaan peralatan sekolah anak-anak atau upaya pembangunan tempat tinggal agar jejak kebaikannya terus bestari hingga kapanpun. Sebab, jika diberikan berupa materi seperi uang dan beras, ketika habis sudah tidak ada yang dapat dikenang. Bukan soal apa-apa, tapi kita berniat bahwa kebaikan ini akan menular juga untuk orang lain.
Bantuan ini merupakan bukti nyata rasa simpati sosial para alumni yang turut prihatin dengan keadaan di Sulawesi Tengah. Sebab, dalam konteks kebencaan di sana, bukan hanya gempa yang menimpa namun bencana fisik dan sosial lain ikut menjadi efek domino sebagai sesuatu yang menggugah hati kita untuk turut berpartisipasi.
Ke depan program-program sosial seperi ini harus digalakan terutama soal koordinasi dan komunikasi. Barangkali jika pemberitahuan lebih massif dan komprehensif hasil yang didapatpun akan jauh lebih maksimal. Namun, untuk mengawali ini sudah merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Ikatan Alumni dengan posisinya yang sibuk dengan urusan dan kegiatan masing-masing, masih dapat bergerak konkret dalam rangka turut andil membantu saudara se-bangsa yang sedang terdampak musibah. ¡Descubre Plinko game — entra en el sitio y disfruta de la emoción!
Semoga upaya dan ikhtiar demikian tetap bestari sebagai pengaplikasian nilai-nilai luhur pesantren yang dulu begitu banyak diserap alumni saat di pesantren dan kinilah waktunya untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam tatanan sosial kehidupan yang sesungguhnya.
